Archive for February, 2008

sahabat yang terkutuk

Posted in ceritanya ini tuh puisi, kata-kata ga pnting with tags , on February 16, 2008 by sweetdevil666

title: sahabat yang terkutuk
sabtu 16feb08/ menjelang adzan subuh, 4:15 am
by: swtdvl

hai kawan, apa kabar?
dulu kau sering ajak aku bermain, bersuka ria
tak peduli caci maki dan ocehan
kita tetap bersenang-senang
karena memang
kebahagiaan dan kesenangan sesaat yang kau tawarkan
hanyut dalam bujuk rayumu
hingga tanpa sadar TUHAN pun terlupakan

kini semua harus ku akhiri
mencoba jauh darimu
persahabatan yang membawa kahancuran
karena sesungguhnya engkau musuh bagiku
kini.. aku mencoba menjadi manusia yang tau diri
kembali pada-Nya
bersujud memohon ampun atas semua dosa dan kehilafan
meyakinkan diri, bahwa…
hanya kepada-Nya aku akan kembali

terbakarlah engkau sendiri
tidak perlu kau pedulikan dan ajak kami

cukuplah engkau yang terkutuk


ibu…

Posted in kata-kata ga pnting with tags , , on February 14, 2008 by sweetdevil666

SAJAK IBU

ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
tetapi menangis ketika aku susah
ibu tak bisa memejamkan mata
bila adikku tak bisa tidur karena lapar
ibu akan marah besar
bila kami merebut jatah makan
yang bukan hak kami
ibuku memberi pelajaran keadilan
dengan kasih sayang
ketabahan ibuku
mengubah rasa sayur murah
jadi sedap

ibu menangis ketika aku mendapat susah
ibu menangis ketika aku bahagia
ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
ibu menangis ketika adikku keluar penjara

ibu adalah hati yang rela menerima
selalu disakiti oleh anak-anaknya
penuh maaf dan ampun
kasih sayang ibu
adalah kilau sinar kegaiban tuhan
membangkitkan haru insan

dengan kebajikan
ibu mengenalkan aku kepada tuhan

wiji tukul
(Solo, 1986).

My Black Poetry di awal Februari

Posted in ceritanya ini tuh puisi, kata-kata ga pnting with tags , on February 7, 2008 by sweetdevil666

AKU…………………..Bukan Khairil Anwar

Aku….
Aku bagaikan seorang Khotib yang khutbah di depan jemaahnya
dan mencoba peduli akan keselamatn mereka
sementara… jemaahnya duduk bersila dan tertidur

Aku….
Aku bagaikan sang Iblis yang menggoda manusia untuk mengingkari Tuhan,
sementara… si manusia terlalau mencintai Tuhannya..
sehingga tidak mendengar bujuk rayuku

Aku…
Aku bagaikan Upil yang berusaha di dapat, dan setelah didapat..
aku di buang, atau di biarkan mengering di bawah meja
dan akhirnya menghilang percuma

sweetdevil feb7/08 11:32am


MANUSIA SIA SIA
Mengasihani diri karena selalu tersakiti
siapa yang akan peduli?? … tak seorangpun!!
Bahkan jika aku mati..
apakah ada yang menangis??
apakah ada yang merasa kehilangan?

Inilah aku.. tidak akan kurubah akan selalu menjadi aku
Mencoba untuk tetap tegar
mengejar cinta dan harapan
agar hidupku menjadi berarti…
agar aku menjadi sesuatu..
sesuatu yang bisa di hargai dan dibanggakan..
bagi kalian… bagi mereka… dan terutama bagi diriku sendiri

Persetan dengan kalian..
yang telah menganggapku
menganggap cinta yang kupunya
tidak lebih baik dari sampah
yang hanya pantas dibuang dan di sia-sia kan….

sweetdevil feb7/08 00:25am

Dan Tuhan Merasa Bosan

Posted in kata-kata ga pnting on February 1, 2008 by sweetdevil666

By: elKaban13
http://apit.wordpress.com/

Panggung kebobrokan Demokrasi
Semakin angkuh menelanjangi moral anak negeri
Yang kemudian ikhlas menanggalkan identitasnya sendiri

Iming-iming surga dunia via tol pasar bebas
Hanya menjamin nyawamu mampus sekali tebas
Apapula globalisasi yang menjanjikan kau bebas berbikini
Menjeratmu dalam kemelut hidup tak kenal kompromi
Di sini, hidup sebatas kekenyangan hari ini
Esok, biar nanti dipikirkan lagi
Pengakuan saudara hanya ketika lapar
Maka kamu adalah musuh, saat mulutku melebar
Menenggelamkan segenggam nasi
Ke dalam perut yang lama tak berpenghuni
Dengkur keras mereka di kursi empuk parlemen
Memaksa kami turun ke jalan; mengemis dan mengamen
Sebagian mereka sibuk mencari selangkangan gersang baru
Untuk dibuahi tanpa harus menjadi ibu
Sedang kami yang membanjiri jalan-jalan kota dengan keringat
Sambil teriak, “beli..beli…untuk kebahagiaan anak-anak kami yang sekarat”

Adalah sampah yang harus diabukan, sekarang juga
Karena kemacetan ribuan Marcedes lebih sedap di pandang mata
Apalagi tubuh dekil kami tak mengenal sabun.
Membuat matamu mendadak jadi rabun
Persetan ibukota yang menjanjikan nyawa baru
Walau untuk itu membuat celuritmu malu-malu mau
Mengalirkan darah saudaramu sendiri
Sesama anak proklamasi
Kemerdekaan terlalu lama dikhianati
Maka kau telah memilih Sengkuni
Untuk meledakkan kepalamu di kemudian hari
Saat mahkota berlabel wakil rakyat negeri neraka
Kau sematkan menghiasi pantat kepala mereka
Tungu anak cucumu mengerang!
Diringi paduan ha ha ha penuh girang
Plus lagu syukur a la pejabat anti-tengsin
“syukurin..syukurin…emang gue pikirin”
Lalu kau suarakan di sepanjang jalan:
Matii…matiiii…lawaannnnnnn….

Dan senyap, tenggelam dalam alunan nada senapan
Jalan terakhir kau coba mengiba pada Tuhan
“Kami butuh ratu Sima, supaya menikmati keadilan dan kesejahteraan.
Atau Sukarno, supaya terdengar sekali lagi proklamasi.
Boleh juga Habibie yang cerdasnya tak diakui di negeri sendiri
Atau minimal Suharto lah..yang menyengsarakan kami tak terasa”
Asal bukan mereka yang hanya pandai merasa bisa, tapi tak pandai bisa merasa
Asal bukan mereka yang menilai kesuksesan dengan menghitung jumlah kematian
Asal bukan mereka yang memonopoli pendidikan supaya korupsi ngga ketahuan
Asal bukan mereka yang memberangus suara-suara kritis demi tujuan-tujuan politis
Asal bukan mereka yang sok agamis, tapi akhlak toleransinya teramat kritis
Asal bukan mereka yang mejadikan duit, syarat lolos hukum dan audit
Asal bukan mereka yang menaikkan upeti, jalan pintas menuju mati
Begitulah Tuhan, kami hidup sekedar menampung aniaya

“Aku mulai bosan….”
Lho, Tuhan mau ke mana??????