Apakah rasa syg itu harus seperti belenggu
seperti penjara..
seperti elmira yang memeluk kucing kesayangannya erat-erat
hingga si kucing mati karna sesak
4409/swtdvl
Apakah rasa syg itu harus seperti belenggu
seperti penjara..
seperti elmira yang memeluk kucing kesayangannya erat-erat
hingga si kucing mati karna sesak
4409/swtdvl
Tanpa Judul
By: Widji Thukul
kuterima kabar dari kampung
rumahku kalian geledah
buku-bukuku kalian jarah
tapi aku ucapkan banyak terima kasih
karena kalian telah memperkenalkan
sendiri
pada anak-anakku
kalian telah mengajar anak-anakku
membentuk makna kata penindasan
sejak dini
ini tak diajarkan di sekolahan
tapi rezim sekarang ini memperkenalkan
kepada semua kita
setiap hari di mana-mana
sambil nenteng-nenteng senapan
kekejaman kalian
adalah bukti pelajaran
yang tidak pernah ditulis

ga ada seorang pun bisa ngejamin kita bakal ketemu dengan ramadhan taon depan
sayang bgt kalo ramadhan ini di sia2in.
mati bisa kapan saja, malaikat maut ga ada istilah mood apa ngga dia nyabut nyawa
kalo udah waktunya.., kapanpun jadi
makana.. tobat dari sekarang, masa mo nunggu tua
sekarang lagi ngetren nih mati muda

title: sahabat yang terkutuk
sabtu 16feb08/ menjelang adzan subuh, 4:15 am
by: swtdvl
hai kawan, apa kabar?
dulu kau sering ajak aku bermain, bersuka ria
tak peduli caci maki dan ocehan
kita tetap bersenang-senang
karena memang
kebahagiaan dan kesenangan sesaat yang kau tawarkan
hanyut dalam bujuk rayumu
hingga tanpa sadar TUHAN pun terlupakan
kini semua harus ku akhiri
mencoba jauh darimu
persahabatan yang membawa kahancuran
karena sesungguhnya engkau musuh bagiku
kini.. aku mencoba menjadi manusia yang tau diri
kembali pada-Nya
bersujud memohon ampun atas semua dosa dan kehilafan
meyakinkan diri, bahwa…
hanya kepada-Nya aku akan kembali
terbakarlah engkau sendiri
tidak perlu kau pedulikan dan ajak kami
cukuplah engkau yang terkutuk
SAJAK IBU
ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
tetapi menangis ketika aku susah
ibu tak bisa memejamkan mata
bila adikku tak bisa tidur karena lapar
ibu akan marah besar
bila kami merebut jatah makan
yang bukan hak kami
ibuku memberi pelajaran keadilan
dengan kasih sayang
ketabahan ibuku
mengubah rasa sayur murah
jadi sedap
ibu menangis ketika aku mendapat susah
ibu menangis ketika aku bahagia
ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
ibu menangis ketika adikku keluar penjaraibu adalah hati yang rela menerima
selalu disakiti oleh anak-anaknya
penuh maaf dan ampun
kasih sayang ibu
adalah kilau sinar kegaiban tuhan
membangkitkan haru insandengan kebajikan
ibu mengenalkan aku kepada tuhanwiji tukul
(Solo, 1986).
AKU…………………..Bukan Khairil Anwar
Aku….
Aku bagaikan seorang Khotib yang khutbah di depan jemaahnya
dan mencoba peduli akan keselamatn mereka
sementara… jemaahnya duduk bersila dan tertidur
Aku….
Aku bagaikan sang Iblis yang menggoda manusia untuk mengingkari Tuhan,
sementara… si manusia terlalau mencintai Tuhannya..
sehingga tidak mendengar bujuk rayuku
Aku…
Aku bagaikan Upil yang berusaha di dapat, dan setelah didapat..
aku di buang, atau di biarkan mengering di bawah meja
dan akhirnya menghilang percuma
sweetdevil feb7/08 11:32am

MANUSIA SIA SIA
Mengasihani diri karena selalu tersakiti
siapa yang akan peduli?? … tak seorangpun!!
Bahkan jika aku mati..
apakah ada yang menangis??
apakah ada yang merasa kehilangan?
Inilah aku.. tidak akan kurubah akan selalu menjadi aku
Mencoba untuk tetap tegar
mengejar cinta dan harapan
agar hidupku menjadi berarti…
agar aku menjadi sesuatu..
sesuatu yang bisa di hargai dan dibanggakan..
bagi kalian… bagi mereka… dan terutama bagi diriku sendiri
Persetan dengan kalian..
yang telah menganggapku
menganggap cinta yang kupunya
tidak lebih baik dari sampah
yang hanya pantas dibuang dan di sia-sia kan….
sweetdevil feb7/08 00:25am

By: elKaban13
http://apit.wordpress.com/
Panggung kebobrokan Demokrasi
Semakin angkuh menelanjangi moral anak negeri
Yang kemudian ikhlas menanggalkan identitasnya sendiri
Iming-iming surga dunia via tol pasar bebas
Hanya menjamin nyawamu mampus sekali tebas
Apapula globalisasi yang menjanjikan kau bebas berbikini
Menjeratmu dalam kemelut hidup tak kenal kompromi
Di sini, hidup sebatas kekenyangan hari ini
Esok, biar nanti dipikirkan lagi
Pengakuan saudara hanya ketika lapar
Maka kamu adalah musuh, saat mulutku melebar
Menenggelamkan segenggam nasi
Ke dalam perut yang lama tak berpenghuni
Dengkur keras mereka di kursi empuk parlemen
Memaksa kami turun ke jalan; mengemis dan mengamen
Sebagian mereka sibuk mencari selangkangan gersang baru
Untuk dibuahi tanpa harus menjadi ibu
Sedang kami yang membanjiri jalan-jalan kota dengan keringat
Sambil teriak, “beli..beli…untuk kebahagiaan anak-anak kami yang sekarat”
Adalah sampah yang harus diabukan, sekarang juga
Karena kemacetan ribuan Marcedes lebih sedap di pandang mata
Apalagi tubuh dekil kami tak mengenal sabun.
Membuat matamu mendadak jadi rabun
Persetan ibukota yang menjanjikan nyawa baru
Walau untuk itu membuat celuritmu malu-malu mau
Mengalirkan darah saudaramu sendiri
Sesama anak proklamasi
Kemerdekaan terlalu lama dikhianati
Maka kau telah memilih Sengkuni
Untuk meledakkan kepalamu di kemudian hari
Saat mahkota berlabel wakil rakyat negeri neraka
Kau sematkan menghiasi pantat kepala mereka
Tungu anak cucumu mengerang!
Diringi paduan ha ha ha penuh girang
Plus lagu syukur a la pejabat anti-tengsin
“syukurin..syukurin…emang gue pikirin”
Lalu kau suarakan di sepanjang jalan:
Matii…matiiii…lawaannnnnnn….
Dan senyap, tenggelam dalam alunan nada senapan
Jalan terakhir kau coba mengiba pada Tuhan
“Kami butuh ratu Sima, supaya menikmati keadilan dan kesejahteraan.
Atau Sukarno, supaya terdengar sekali lagi proklamasi.
Boleh juga Habibie yang cerdasnya tak diakui di negeri sendiri
Atau minimal Suharto lah..yang menyengsarakan kami tak terasa”
Asal bukan mereka yang hanya pandai merasa bisa, tapi tak pandai bisa merasa
Asal bukan mereka yang menilai kesuksesan dengan menghitung jumlah kematian
Asal bukan mereka yang memonopoli pendidikan supaya korupsi ngga ketahuan
Asal bukan mereka yang memberangus suara-suara kritis demi tujuan-tujuan politis
Asal bukan mereka yang sok agamis, tapi akhlak toleransinya teramat kritis
Asal bukan mereka yang mejadikan duit, syarat lolos hukum dan audit
Asal bukan mereka yang menaikkan upeti, jalan pintas menuju mati
Begitulah Tuhan, kami hidup sekedar menampung aniaya
“Aku mulai bosan….”
Lho, Tuhan mau ke mana??????
by: Samsir Mohamad
http://rumahkiri.net/
lagi-lagi terjadi
petani rebah dan tak bangun lagi
oleh peluru tentara sendiri
petani yang hanya kehendaki
lahan untuk ditanami
dan mereka tak pernah minta gaji
walau kerja sampai berkeringat tiap hari
dan hasilnya tidak mereka makan sendiri
tidak seperti pegawai negeri atau birokrasi
dari yang rendah sampai yang tinggi
diberi gaji dan jaminan sampai mati
pekerjaannya cuma bicara dan gerakan jari
meraup kecukupan bahkan berlebihan
nyaris semena-mena dan sesuka hati
di mana-mana selingkuh dan korupsi.
kenapa seperti itu?
bukankah pemerintah negara indonesia
didirikan untuk:
pertama, melindungi segenap bangsa
dan tumpah darah. kedua untuk,
memajukan kesejahteraan umum dan,
ketiga, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
apakah kita sudah buta aksara hingga
tak lagi bisa baca Undang-Undang Dasar Negara
yang adalah hukum tertinggi di tiap negara,
atau kita sudah gila
maunya benar dan menang sendiri
memperkaya diri tak peduli sabda Nabi
menghalalkan korupsi dan keselingkuhan
sehingga sia-sia mengaku bertuhan dan beriman.
kembalilah ke jalan yang benar
taati dan laksanakan Undang-Undang Dasar Negara
hentikan selingkuh dan korupsi
jangan main benar dan menang sendiri
apakah lupa bahwa hidup ujungnya kematian
jangan sampai di sana neraka menanti.
Petani tua, Juni
bukannya aku anti terhadap cinta, hanya saja aku lagi muak dengannya
Beberapa bulan yang lalu, ketika perasannku menghentak-hentak
dia dengan tenangnya menghianati lalu pergi tanpa pernah sedikit kompromi
aku akui dia pernah bertanya
“kamu marah ya..?” entah kenapa saat itu yang keluar dari mulutku hanya ucapan ‘tidak’
padahal ingin sekali kubenamkan wajahnya kedalam penampungan kotoran manusia
biar dia tau dan merasakan, betapa sakitnya menjadi ‘kotoran’ yang dibuang.
kecewa ..? jelas aku kecewa
sejuta mimpi tinggal harapan, air mata telah berubah menjadi darah.
aku marah….
cinta yang dia bawa seperti belati yang dia tusukan ke jantungku lalu dia bilang
“sorry… gw ga sengaja”
![]()

KASIH
percayalah…
bila aku harus membunuhmu…
itu hanya karena rasa cinta
bila belatiku memutuskan ususmu
sebagai simbol cintaku yang merah bagai darah
bila kapak ku membelah batok kepalamu
hanya sebagai tanda penunjukkan kecerdasanmu
dan bila jantungmu harus kukorek dengan kuku ku
mengertilah, yang kuinginkan sebenarnya hatimu
saat ini…
baru biji matamu yang mampu ku cungkil
dan daun telingamu yang baru saja selesai aku sayat-sayat
sembari menatapnya, kubisikkan… aku cinta kamu.
tak lebih dari itu.
write by: myungrin_dodol