Hilang by: Mahesa Aditya

Posted in ceritanya ini tuh puisi, kata-kata ga pnting, puisi beneran with tags , , , on October 19, 2011 by sweetdevil666

Mengenangmu, adalah duduk di bangku taman kotamu, lalu angin membacakan sajak lewat daun-daun berguguran menyentuh kakiku. ~
16 Mar

Aku akan menunggumu dengan lilin masih menyala di dadaku, meski gerimis tak henti-henti menyekapku. ~
16 Mar

Jika kuingat pada rembulan yang disimpan Tuhan di matamu, mataku kerap menjelma hujan berlinang jatuh. @syair_malam
16 Mar

Kenangan seperti musuh bagiku, yang membuat aku tak tahu lagi bagaimana cara mengalahkan kesedihan. ~ @sajak_cinta
17 Mar

Airmata yang membercak di bantalku adalah doa, semoga kau bisa menangkap cahayanya, di surga. ~ @sajak_cinta
17 Mar

Ketika bibir musim semimu mengecupku, matahari yang membeku menyala lagi, di kesepian dadaku.
17 Mar

Kembali aku tersiksa kenangan tentangmu, saat derai hujan mengalun, bersama lagu blues di kesunyian kamarku. @syair_malam
17 Mar

Kepedihan karena kehilangan, adalah nganga luka terdalam di jiwa, hanya tangan waktu yang kelak bisa menyembuhkannya. ~ @sajak_cinta
17 Mar

Saat terakhir bersamamu, airmataku jatuh memelukmu, mengecup pecahan kaca dan darah yang bersimbah di wajahmu.
17 Mar

Untuk melupakanmu, aku telah memilih menyakiti hatiku sendiri, ribuan kali, di dalam sunyi. ~ @sajak_cinta
19 Mar

Sayang, kini kita seperti sepasang kunang-kunang yang diam-diam bertemu saling berkejaran, di remang-remang kenangan. ~ @sajak_cinta
19 Mar

Jalan yang kulalui telah sunyi, tak bercahaya lagi, sejak matahari yang tersimpan di matamu telah kau bawa pergi. @puisikita
19 Mar

akhirnya perahu kertas jiwaku hancur dihempas pedihnya ribuan debur kerinduan.
19 Mar

Ciumanmu, semacam lelehan susu yang tertuang di panasnya kopi hitamku.
19 Mar

Rindu akhirnya selalu memilih ujungnya sendiri, pada bulir-bulir kenangan yang berayun di pelupuk mata ini. ~ @sajak_cinta
19 Mar

note:
untuk yang mau copas puisi ini, jangan lupa cantumin penulis
yang ini karya Mahesa Aditya | twitter: @MahesaAditya

Advertisements

Akhir Cerita

Posted in ceritanya ini tuh puisi, kata-kata ga pnting, puisi beneran with tags , , on October 19, 2011 by sweetdevil666

By Indra Sakrhed · Friday, October 18, 2011

Kau adalah anugerah Tuhan yang kemudian menjelma menjadi kutukan
Kau adalah makna cinta dan kasih sayang yang menabur benih kebencian di ladang dendam
Aku yang menjunjung tinggi namamu diatas segalanya, kini tak lagi bermakna apa-apa
Hanya berperan sebagai butiran debu yang hinggap tanpa ijin ditelapak kakimu
dan kemudian tersingkir begitu saja

Setiap kali mengingatmu, melelapkan aku dalam luka
saat kau tertawa, berbahagia.. dengan dia yang membuatku tersungkur dalam hina
melenyapkan doa dan asa
Sehingga kitapun tinggal cerita

_bnindra_
oct 18 ’11| 1:29pm

Penghibur Kadaluarsa

Posted in ceritanya ini tuh puisi, puisi beneran with tags , , on September 23, 2011 by sweetdevil666

By Indra Sakrhed · Saturday, October 2, 2010

Setelah hujan reda,
aku menjelma menjadi pelangi
mewarnai harimu dan selalu membuatmu tersenyum
tapi itu yang terjadi dulu

kini..
Pelangi itu tak lagi berwarna
untuk membuatmu senyum kecutpun aku tak mampu
aku hanyalah charlie chaplin kadaluarsa
yang tak lagi mampu membuatmu tertawa

_bnindra_
oct_2nd_2010@12:18am

Pahlawan Renta

Posted in ceritanya ini tuh puisi, puisi beneran with tags , , on September 23, 2011 by sweetdevil666

Pahlawan Renta

by Indra Sakrhed on Thursday, March 24, 2011 at 1:35pm

Dulu kau adalah sosok kebanggaan
bagai pahlawan bintangmu bersinar
dipuja dan dinantikan hadirmu
karena mampu hadirkan ketenangan dan keceriaan

musim semi berlalu..
bintangpun telah redup
tidak lagi bersinar seperti setahun yang lalu
pahlawan telah renta
hanya menjadi veteran yang menunggu gaji buta
tidak lagi berguna, tidak lagi dipuja

pengagummu telah jenuh

walaupun terkadang masih di sanjung
tapi sesungguhnya..
kau tak lebih dari tahanan yang menunggu eksekusi mati

_bnindra
march_1st’11

Keras Kepala

Posted in ceritanya ini tuh puisi, kata-kata ga pnting, puisi beneran with tags , , on September 23, 2011 by sweetdevil666

by Indra Sakrhed on September 4, 2011

Mungkin bukan kamu yang tercipta dari tulang rusukku,
tapi aku laki-laki keras kepala,
tetap saja menyebut namamu diantara kalimat do’a-do’aku
..dan berharap tuhan mengubah keputusanNya
yang menciptakanmu bukan untukku

_bnindra
September 4, 2011

Sang Pendo’a yang Hilang

Posted in ceritanya ini tuh puisi, puisi beneran with tags , , on September 23, 2011 by sweetdevil666

aku yang berdiri tegak di atas tanah,
nyaris kehilangan arah..
karena tanpamu..
tanpa bimbinganmu..
tanpa doa2 yang dulu selalu kau panjatkan setiap malam ketika kami sedang tertidur pulas dengan namaku ada di dalamnya..
kini kau terbaring sndiri di dalam perut bumi..

mungkin tidak smpat kucuci batu nisan yang bertuliskan namamu
yang mulai ditumbuhi dengan lumut,
Tapi kami tidak pernah berhenti untuk selalu memohon kepadaNya
agar selalu menjaga dan menyayangimu layaknya engkau menyayangi kami dengan penuh ketulusan

_bnindra
August 5, 2011

Tikam

Posted in ceritanya ini tuh puisi, puisi beneran with tags , on June 20, 2011 by sweetdevil666

Di tikam dengan pisau yang sama dengan tangan yang sama pada luka lama yang belum sempat mengering dan masih menganga
rasanya sama, sakitnya sama..
darahnya sama.,
tidak ada kata maaf ataupun dengan wajah penyesalan
karna mungkin sudah menjadi lumrah
tiada guna untuk bertanya, karena memang sudah tidak ada lagi rasa iba

*mampus luh!

_bnindra